Info Akademis Sekolah

 

Tabel             : Ketuntasan Belajar Pengetahuan Dan Keterampilan

No Mata Pelajaran Nilai KKM
A.MuatanNasional
1. Pendidikan Agama 75
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 75
3. Bahasa Indonesia 75
4. Matematika 75
5. Sejarah Indonesia 75
6. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 75
B.MuatanKewilayahan  
1. Seni Budaya 75
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan 75
3. Bahasa Jawa (Muatan Lokal) 75
C.MuatanPeminatanKejuruan
C1.Dasar BidanKeahlian
1. Simulasi Digital 75
2. Tinjauan Seni 75
3. Dasar-dasar Kreativitas 75

 

Keterangan :

  1. Untuk ketuntasan belajar minimal nilai kompetensi Pengetahuan dengan rerata 75 (B) dan Keterampilan dengan capain optimum minimal 75 (B).
  2. Untuk batas ketuntasan nilai kompetensi Sikap minimal B (baik).
  3. Untuk kegiatan Ekstra Kurikuler Pramuka minimal B (baik).

 

Tabel        : Predikat Capain Kompetensi

Nilai dan Keterangan
95 – 100 Sangat Baik (A)
7594 Baik (B)
60 – 74 Cukup (C)
<  59 Kurang (D)

 

Nilai ketuntasan kompetensi sikap dituangkan dalam bentuk predikat, yakni Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K).

 

Tabel             : Ketuntasan Nilai Sikap

Nilai Ketuntasan Sikap (Predikat)
Sangat Baik (SB)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang Baik (KB)

Keterangan :

  • Ketuntasan belajar untuk sikap (KD pada KI – 1 dan KI – 2) ditetapkan dengan predikat Baik (B).
  • Untuk kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka ketuntasan minimal adalah Baik (B).

 

  1. Ketentuan Remedial dan Pengayaan

 

SMK Negeri 8 Surakarta program pembelajaran menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar) artinya sistem kompetensi pembelajaran dimana peserta didik wajib mengikuti kegiatan kenaikan kelas bersama-sama dengan mempertimbangkan nilai ketuntasan belajar, apabila peserta didik belum tuntas maka wajib baginya untuk mengikuti program remidial untuk mencapai batas ketuntasan belajar. Sedangkan peserta didik yang telah mencapai batas ketuntasan belajar mengikuti program pengayaan.

 

  1. Program Remidial (Perbaikan)
  • Remidiasi wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar.
  • Kegiatan remidiasi dilaksanakan diluar Alokasi Waktu.
  • Kegiatan remidiasi meliputi program pembelajaran dan penilaian.
  • Penilaian remidiasi dapat berupa tes dan non tes.
  • Kesempatan mengikuti remidiasi maksimal 2 kali.
  • Nilai yang diperoleh maksimal batas ketuntasan belajar.
  1. Program Pengayaan
  • Pengayaan boleh diikuti oleh siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar.
  • Kegiatan pengayaan dilaksanakan diluar Alokasi Waktu.
  • Penilaian penilaian dapat berupa tes dan non tes.
  • Nilai yang tertinggi diperoleh peserta didik dapat digunakan sebagai nilai mata pelajarannya.

 

  1. Pengolahan Hasil Penilaian

 

  1. Nilai Sikap

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 menyebutkan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan karakter mempunyai tujuan untuk membentuk dan memperbaiki penyempurnaan diri seorang peserta didik yang dilakukan selama proses pembelajaran menuju kehidupan yang lebih baik. Sebagai perwujudan dari pendidikan karakter, sejak tahun 2017. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, secara khusus telah menyusun program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di satuan pendidikan. Diharapkan seluruh satuan pendidikan menjalankan program PPK berdasarkan nilai-nilai utama yang akan ditonjolkan. Nilai-nilai utama PPK meliputi Integritas, Religius, Nasionalis, Mandiri, dan Gotong Royong. Setiap karakter dibagi ke dalam beberapa nilai yang mewakili. Penilaian dalam program PPK tersebut dituangkan dalam penilaian karakter yang terintegrasi dengan penilaian sikap.

 

Mekanisme Penilaian

  1. Satuan pendidikan menetapkan fokus terkait karakter tertentu yang akan ditumbuhkan atau dibina pada periode tertentu.
  2. Pemilihan fokus pembinaan karakter ditujukan untuk memudahkan pembinaan dan perwujudan program-program penguatan pendidikan karakter.
  3. Satuan pendidikan menyosialisasikan nilai-nilai pengembangan karakter.
  4. Satuan pendidikan menyosialisasikan fokus pembinaan karakter dalam bentuk visi, misi, dan program-program penguatan pendidikan karakter.
  5. Penilaian perkembangan karakter peserta didik dilakukan oleh pendidik secara khusus melalui pengamatan sikap peserta didik berdasarkan butir-butir sikap baik yang berkaitan dengan unjuk karakter pada dan/atau di luar program-program yang telah disusun oleh sekolah yang dikelompokkan dalam nilai-nilai pengembangan karakter.
  6. Penilaian perkembangan karakter peserta didik juga dapat dilakukan melalui
  7. pengamatan siswa dalam aktivitas ekstrakurikuler.
  8. Wali kelas dapat meelibatkan unsur masyarakat yang ditunjuk (orang tua, industri, guru mengaji, dll) untuk melakukan penilaian perkembangan karakter peserta didik.
  9. Penilaian perkembangan karakter peserta didik yang berbasis pencapaian prestasi dilengkapi dengan bukti-bukti yang sahih.

Prosedur Penilaian

  1. Pendidik mengamati perilaku peserta didik baik di dalam maupun luar sekolah.
  2. Pendidik mencatat temuan terkait perilaku peserta didik melalui jurnal sikap.
  3. Pendidik dapat menggunakan instrumen penilaian mandiri atau antarteman sebagai pendukung pencatatan melalui jurnal sikap.
  4. Wali kelas dapat melibatkan unsur masyarakat untuk menilai perkembangan karakter peserta didik.
  5. Wali kelas melakukan analisis hasil penilaian untuk menyusun deskripsi perkembangan karakter.
  6. Pemanfaatan hasil analisis untuk merancang pembinaan peserta didik.
  7. Pelaporan berbentuk profil perkembangan karakter peserta didik dalam bentuk deskripsi dan tidak terpisah dari laporan hasil belajar (rapor) akademik
  8. Penjelasan lebih lengkap terkait prosedur penilaian terdapat pada penjelasan mengenai Teknik dan Prosedur Penilaian Sikap.

 

Pelaporan Penilaian

  1. Wali kelas mengelompokkan (menandai) catatan-catatan jurnal dan/atau rekapitulasi penilaian mandiri dan antarteman yang ditulis oleh guru mata pelajaran dan guru BK ke dalam nilai-nilai utama PPK.
  2. Wali kelas membuat rumusan deskripsi singkat sikap sesuai dengan catatan-catatan jurnal untuk setiap peserta didik yang ditulis dengan kalimat positif. Deskripsi tersebut menguraikan perkembangan karakter peserta didik.

 

  1. Nilai Pengetahuan

Penilaian dilakukan melalui penugasan, penilaian harian (PH), ujian tengah semester (UTS), maupun ujian akhir semester (UAS). Pengolahan dapat dilakukan untuk setiap nilai kompetensi dasar (KD) pada setiap bentuk penilaian dengan menyertakan UTS dan UAS. Hasil penilaian selama satu semester yang dilakukan melalui penilaian harian (PH), penilaian tengah semester (UTS), maupun ujian akhir semester (UAS) direkap untuk didokumentasikan pada format pengolahan nilai. Rekapitulasi hasil penilaian dilakukan berdasarkan KD, sehingga hasil UTS dan UAS perlu dirinci hasilnya untuk setiap KD. Selain itu ditentukan pula bobot untuk penugasan, ulangan harian, UTS, dan UAS. Dengan perincian tersebut maka guru dapat menganalisis kekurangtuntasan peserta didik pada KD tertentu sebelum melakukan tindak lanjut berupa pembinaan atau remedial.

  1. Nilai Keterampilan

Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian kinerja (proses dan produk),

proyek, portofolio dan/atau teknik lain yang sesuai. Hasil penilaian dengan teknik kinerja dan proyek dirata-ratakan untuk memperoleh nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran. Jika suatu KD diukur dengan pengukuran yang sama beberapa kali maka yang diambil adalah nilai optimum. Selanjutnya seperti capaian kompetensi pengetahuan, penulisan capaian kompetensi keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0–100.

Keterangan:

  1. Bobot kinerja dan proyek yang dicontohkan adalah 1 : 2. Rasionalisasi pembobotan dapat disesuaikan karakteristik masing-masing mata pelajaran dan diserahkan sepenuhnya kepada satuan pendidikan;
  2. Jika tidak digunakan pembobotan maka pembobotan dapat menggunakan kombinasi 1 : 1;
  3. Perhitungan nilai (N) per KD dilakukan secara parsial per penilaian
  4. Perhitungan nilai optimum (NO) dilakukan secara parsial per teknik penilaian.
  5. Pembobotan (B) ditentukan per teknik penilaian
  6. Perhitungan nilai akhir per teknik penilaian (NA) merupakan perkalian nilai optimum (NO) dan bobot (B).
  7. Nilai per kompetensi dasar (NKD) diperoleh melalui pembagian seluruh penjumlahan seluruh nilai akhir tiap penilaian (ΣNA) dibagi dengan penjumlahan seluruh bobot penilaian (ΣB)
  8. Nilai rapor (NR) kompetensi pengetahuan individu diperoleh melalui rerata seluruh NKD individu tersebut;
  9. Pengolahan nilai dianjurkan menggunakan perangkat lunak aplikasi Spreadsheet atau aplikasi pengelolaan penilaian hasil belajar.

 

  1. Kriteria Kenaikan Kelas

 Kenaikan kelas adalah pernyataan yang menegaskan bahwa peserta didik telah kompeten dan berhak  melanjutkan ke jenjang kompetensi-kompetensi tahun selanjutnya. Setiap siswa akan memperoleh buku rapor yang berisi laporan hasil belajar  sesuai dengan jumlah kompetensi yang telah dinyatakan kompeten. Kriteria Kenaikan Kelas sesuai permendikbud 53 tahun 2017 dan berdasarkan rapat dewan pendidik, ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Secara Akademis, Kriteria kenaikan kelas secara akademis;
  • Peserta didik harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran di kelas yang bersangkutan;
  • Memperoleh nilai pengetahuan dan ketrampilan dalam mata pelajaran minimal B (tuntas);
  • Memperoleh nilai untuk sikap minimal B (baik);
  • Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap belum tuntas/belum baik.
    1. Secara Non Akademis

Kriteria kenaikan kelas secara non akademis :

  • Kehadiran peserta didik di kelas, Prosentase kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah ditentukan oleh guru mata pelajaran masing-masing. Tetapi standar umumnya 80 % kehadiranm boleh berubah sesuai dengan kesepakatan.
  • Memiliki nilai sikap minimal baik (Baik).
  • Nilai pengembangan diri wajib minimal B.

Siswa dinyatakan tidak naik kelas :

  • Apabila tidak memenuhi kriteria kenaikan kelas diatas.
  • Apabila yang bersangkutan mempunyai nilai di bawah ketuntasan belajar lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang merupakan prasyarat kenaikan kelas.
  • Dinyatakan tidak naik kelas melalui rapat pleno dewan guru.
    1. Mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik.

Hasil belajar peserta didik akan dibagikan melalui orang tua/wali peserta didik setiap akhir semester. Adapun mekanismenya adalah penilaian akhir mata pelajaran oleh guru mata pelajaran diserahkan ke wali kelas setiap akhir semester menjadi nilai raport. Nilai raport merupakan nilai hasil eavaluasi capaian peserta didik selama satu semester.

 

  1. Kriteria Kelulusan

 Kriteria Kelulusan berdasarkan pada :

Peraturan BNSP nomor : 0047/P/BNSP/XI/2019 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019 yaitu :

Nilai hasil UN dilaporkan dalam rentang 0 (nol) sampai 100 (seratus), dengan tingkat pencapaian kompetensi lulusan dalam kategori sebagai berikut :

  1. Sangat baik, jika nilai UN lebih besar dari 85 (delapan puluh lima) dan lebih kecil dari atau sama dengan 100 (seratus);
  2. Baik, jika nilai lebih besar dari 70 (tujuh puluh) dan lebih kecil dari atau sama dengan 85 (delapan puluh lima);
  3. Cukup, Jika nilai lebih besar dari 55 (lima puluh lima) dan lebih kecil dari atau sama dengan 70 (tujuh puluh); dan
  4. Kurang, jika nilai lebih kecil dari atau sama dengan 55 (lima puluh lima).

Kelulusan adalah pernyataan yang menegaskan bahwa peserta didik

Kriteria kelulusan secara akademis;

  1. Peserta didik harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran di kelas yang bersangkutan;
  2. Memperoleh nilai pengetahuan dan ketrampilan dalam mata pelajaran minimal B (tuntas);
  3. Memperoleh nilai untuk sikap minimal B (baik);
  4. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap belum tuntas/belum baik.

Kriteria kelulusan secara non akademis :

  1. Kehadiran peserta didik di kelas, Prosentase kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah ditentukan oleh guru mata pelajaran masing-masing.
  2. Memiliki nilai sikap minimal baik (Baik).
  3. Nilai pengembangan diri wajib minimal B.

Siswa dinyatakan tidak lulus yaitu :

  • Apabila tidak memenuhi kriteria kelulusa diatas.
  • Apabila yang bersangkutan mempunyai nilai di bawah ketuntasan belajar lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang merupakan prasyarat
  • Dinyatakan tidak lulus melalui rapat pleno dewan guru.